Kamis, 20 Agustus 2015

Puisi Akrostik dan Nazar

Apa sih puisi Akrostik dan Nazar?
Puisi Akrostik adalah sala satu puisi bebas yang belum terlalu dikenal oleh khalayak umum. Puisi ini lazimnya digunakan untuk mengungkapkan perasaan, dan diangkat dari sebuah nama.

Ini dia contohnya, saya ambil dari nama saya, Meria Masriani

Mungkin aku hina di hadapan manusia
Engkau Tuhan sanggup membuatku berharga
 RencanaMu indah di dalam kehidupanku
 Indah & kasihMu tak pernah terlambat menolongku
 Aman & benarlah jalanMu Tuhan

 Meski cobaan datang silih berganti
 Aku tidak akan takut & gentar
 Sebab Engkau slalu ada, Tuhanku
Rajaku yang berkuasa atas semuannya
Ingin kuselalu bersama dengan Engkau
Akan kuberikan yang terbaik bagiMu
Nyanyian, penyembahan & syukur hanya bagiMu
Ini akan kulakukan seumur hidupku ‘tuk senangkan hatiMu

Lalu, apakah itu puisi Nazar?
Puisi nazar dan akrostik adalah sama-sama jenis puisi baru yang belum terlalu harum namanya di kalangan masyarakat. Bedanya adalah Akrostik terletak disetiap awal huruf atau bait, sedangkan nazar adalah terletak di kata terakhir.
Berikut contohnya,

Duka merajaM
Sejak kemarin sorE
Hati kupaksa tegaR
Di atas duka yang riang menarI
Agar senyum selalu terciptA

Hati terbungkus lembaM
Di atas pilunya deritA
Semakin kuat kutepiS
Semakin dia mekaR
Andai dapat kupahamI
Akan kucari jawabnyA
Namun gagal di tengah jalaN
Lalu kupaksa diri untuk berhentI


Baiklah, sampai di sini dulu cerita tentang puisi akrostik dan nazar, semoga bermanfaat smile
Jika ingin menyalin, sertakan linknya ya? smile
Salam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar