Apa sih puisi Akrostik dan Nazar?
Puisi
Akrostik adalah sala satu puisi bebas yang belum terlalu dikenal oleh
khalayak umum. Puisi ini lazimnya digunakan untuk mengungkapkan
perasaan, dan diangkat dari sebuah nama.
Ini dia contohnya, saya ambil dari nama saya, Meria Masriani
Mungkin aku hina di hadapan manusia
Engkau Tuhan sanggup membuatku berharga
RencanaMu indah di dalam kehidupanku
Indah & kasihMu tak pernah terlambat menolongku
Aman & benarlah jalanMu Tuhan
Meski cobaan datang silih berganti
Aku tidak akan takut & gentar
Sebab Engkau slalu ada, Tuhanku
Rajaku yang berkuasa atas semuannya
Ingin kuselalu bersama dengan Engkau
Akan kuberikan yang terbaik bagiMu
Nyanyian, penyembahan & syukur hanya bagiMu
Ini akan kulakukan seumur hidupku ‘tuk senangkan hatiMu
Lalu, apakah itu puisi Nazar?
Puisi
nazar dan akrostik adalah sama-sama jenis puisi baru yang belum terlalu
harum namanya di kalangan masyarakat. Bedanya adalah Akrostik terletak
disetiap awal huruf atau bait, sedangkan nazar adalah terletak di kata
terakhir.
Berikut contohnya,
Duka merajaM
Sejak kemarin sorE
Hati kupaksa tegaR
Di atas duka yang riang menarI
Agar senyum selalu terciptA
Hati terbungkus lembaM
Di atas pilunya deritA
Semakin kuat kutepiS
Semakin dia mekaR
Andai dapat kupahamI
Akan kucari jawabnyA
Namun gagal di tengah jalaN
Lalu kupaksa diri untuk berhentI
Baiklah, sampai di sini dulu cerita tentang puisi akrostik dan nazar, semoga bermanfaat 
Jika ingin menyalin, sertakan linknya ya? 
Salam...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar