Aku tidak punya cara
lain untuk mencintaimu, selain; mencintaimu diam-diam. Sebab, kau tahu betul
perbedaanku dalam mencintaimu. Aku bukan seperti dia dan mereka yang leluasa
mengirimmu pesan cinta dan memerhatikanmu setiap detik. Karena, sudah kerap kukatakan
aku mencintaimu berbeda, dengan caraku sendiri yang melibatkan Sang Pemersatu. Aku juga tidak punya cara lain untuk
mengabadikanmu selain dalam bentuk tulisan. Sebab, kau betul bahwa ingatanku
mudah keriput. Jangankan untuk kenangan setahun lalu, yang kemarin saja terjadi
belum tentu aku ingat.
Usah khawatir,
terkadang bagiku pelupaku ini ialah sebagai anugerah bukan bencana. Dengan pelupaku
aku menjadi punya cara untuk mengabadikan kisah, cerita dan segala kenangan
ketika bersamamu. Aku bisa menuangkannya dalam tulisan yang setiap hari
kurangkai hingga menjadi sebuah keutuhan kisah. Mengenai akhirnya, akupun tidak
tahu sedih atau bahagia. Tetapi, aku meyakini sebuah pepatah; Segala sesuatu memiliki akhir yang baik, jika
tidak baik maka itu bukanlah akhirnya. Dan, seperti yang kerap kau katakan pula;
Tuhan akan selalu memberi yang terbaik. Aku mengimani dan mengamini, sebab
segala sesuatu Tuhan jadikan indah. Jadi perihal cerita yang kurangkai setiap
hari, tentang akhirnya dalam tulisan atau kenyataan, tak ada yang kutakutkan,
Sebab, ada Tuhan yang akan menjadikan segala sesuatu baik adanya.
Jikalaupun dalam
pengharapanku yang mengharapkanmu, diantara inginku yang menginginkanmu,
diantara segala kau segalaku, tidaklah sesuai yang kuimpikan, aku tidak akan
berkecil hati. Sebab, kukatakan sejujurnya mengenalmu banyak membuatku mengerti
tentang apa yang selama ini belum kupahami dan masih banyak hal indah dan manis
yang kau lakukan. Dan, jikalau bukanlah kau memang yang terakhir, aku akan
tetap bersyukur sebab pernah menjadi sesuatu yang kau butuhkan dan kau cari
dalam keadaan suka dan duka hidupmu. Biar, biarkan segala cerita tentang kita
menjadi sesuatu yang berharga, tidak akan ada kisah yang menggantikannya. Sebab
kau tahu, ada banyak rupa manusia, ada banyak cinta di dunia, tetap tidaklah
serupa dengan kita dan cinta kita.
Terima kasih
untukmu telah menjadi kepingan yang aku
harapkan mengutuhkan aku. Terima kasih telah membiarkan aku mengabadikanmu,
sebab dengan pengabadian ini aku akan lebih leluasa mengingat dan mengenangmu
ialah dengan kembali membaca semua yang tersurat. Terima kasih, cinta .


