Aku selalu mengatakan
tidak ada derita sesakit rindu. Betul adanya lantaran saat rindu menghampiriku,
aku selalu lupa siapa aku. Saat rindu memenuhiku, aku bukanlah diriku. Saat
rindu merajaiku, aku kehilangan diriku. Saat rindu; aku, aku, akuuuuuuu tidak
tahu harus dan bagaimana. Lantaran rinduku tak diperdulikan, dan lantaran
rinduku tak diindahkan
Aku selalu tersiksa
dengan rindu-rindu ini. Rindu yang entah sampai kapan terpuaskan, rindu yang
entah sampai kapan memiliki tuan, dan rindu yang entah sampai kapan berakhir.
Akan rindu ini dapat
dicairkan oleh hangat peluk seseorang lain selain kamu, akanlah kuberlari dan
mendekapnya. Namun, sialnya rindu ini
begitu nakal. Ia tidak ingin hangat pelukan yang lain, hanya pelukanmu
semata yang selalu didamba untuk cairkannya.
Kini, aku terperangkap
dengan entah apa. Dan, aku masih dengan kesendirian dipenuhi rindu tak bertepi.
Sampai kau sadar, dan datang menemuiku untuk puaskan rinduku. Sampai kumati!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar