Jumat, 30 Desember 2016

Caraku Mencintaimu; Mencintai Dalam Diam


Aku tidak punya cara lain untuk mencintaimu, selain; mencintaimu diam-diam. Sebab, kau tahu betul perbedaanku dalam mencintaimu. Aku bukan seperti dia dan mereka yang leluasa mengirimmu pesan cinta dan memerhatikanmu setiap detik. Karena, sudah kerap kukatakan aku mencintaimu berbeda, dengan caraku sendiri yang melibatkan Sang Pemersatu.  Aku juga tidak punya cara lain untuk mengabadikanmu selain dalam bentuk tulisan. Sebab, kau betul bahwa ingatanku mudah keriput. Jangankan untuk kenangan setahun lalu, yang kemarin saja terjadi belum tentu aku ingat.
Usah khawatir, terkadang bagiku pelupaku ini ialah sebagai anugerah bukan bencana. Dengan pelupaku aku menjadi punya cara untuk mengabadikan kisah, cerita dan segala kenangan ketika bersamamu. Aku bisa menuangkannya dalam tulisan yang setiap hari kurangkai hingga menjadi sebuah keutuhan kisah. Mengenai akhirnya, akupun tidak tahu sedih atau bahagia. Tetapi, aku meyakini sebuah  pepatah;  Segala sesuatu memiliki akhir yang baik, jika tidak baik maka itu bukanlah akhirnya. Dan, seperti yang kerap kau katakan pula; Tuhan akan selalu memberi yang terbaik. Aku mengimani dan mengamini, sebab segala sesuatu Tuhan jadikan indah. Jadi perihal cerita yang kurangkai setiap hari, tentang akhirnya dalam tulisan atau kenyataan, tak ada yang kutakutkan, Sebab, ada Tuhan yang akan menjadikan segala sesuatu baik adanya.
Jikalaupun dalam pengharapanku yang mengharapkanmu, diantara inginku yang menginginkanmu, diantara segala kau segalaku, tidaklah sesuai yang kuimpikan, aku tidak akan berkecil hati. Sebab, kukatakan sejujurnya mengenalmu banyak membuatku mengerti tentang apa yang selama ini belum kupahami dan masih banyak hal indah dan manis yang kau lakukan. Dan, jikalau bukanlah kau memang yang terakhir, aku akan tetap bersyukur sebab pernah menjadi sesuatu yang kau butuhkan dan kau cari dalam keadaan suka dan duka hidupmu. Biar, biarkan segala cerita tentang kita menjadi sesuatu yang berharga, tidak akan ada kisah yang menggantikannya. Sebab kau tahu, ada banyak rupa manusia, ada banyak cinta di dunia, tetap tidaklah serupa dengan kita dan cinta kita.
Terima kasih untukmu  telah menjadi kepingan yang aku harapkan mengutuhkan aku. Terima kasih telah membiarkan aku mengabadikanmu, sebab dengan pengabadian ini aku akan lebih leluasa mengingat dan mengenangmu ialah dengan kembali membaca semua yang tersurat. Terima kasih, cinta .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar