Orang
diluar sana ialah ibarat dua sisi logam yang berbeda tetapi tetap menyatu.
Tidak seperti kita yang sama tetapi tak kunjung bersatu. Adakah kau tahu
mengenai alasannya? Bukan kita tidak punya cinta, bukan pula kita terhalang
oleh jarak, bukan pula termakan oleh permainan waktu. Hanya saja ada satu
alasan yang entah sampai kapan kita dapat runtuhkan. Usah kujelaskan itu semua,
aku yakin kau pastilah paham dan mengerti yang kumaksudkan.
Andai
saja dahulu aku tahu dari awal, andai saja dahulu kau mengatakan yang
sebenarnya, pastilah aku tidak akan melakukan hal menjijikkan seperti sekarang
ini. Andai saja dahulu juga kau tidak berniat mendekatiku, membuatku aku
terpesona akan keelokan tingkahmu, pastilah sampai detik ini aku tak akan
bertahan dalam kondisi yang jika kuakui sangat menyakitkan. Namun, kau tidak
pernah sadari tentang apa yang membuat aku memantapkan hatiku untuk jatuh cinta
padamu. Kau ingat, saat aku jatuh sakit, hanya ada perhatian dan kepedulianmu
sepanjang hari di hidupku? Kau ingat, saat kali pertama kau mengecup lembut
keningku di samping perempuan tua pemilik rumah tempat kita bersua adalah hal
yang paling membuatku tertegun? Kau ingat semua? Atau perlukah kupaparkan
setiap rangkaian peristiwa yang membaut aku semakin memujamu? Ah, tidak perlu
sedetail itu kejelaskan. Satu saja kau pastilah langsung paham.
Hei…. Adakah kau tahu,
selepas itu aku seperti candu. Candu ingin menikmati setiap waktu bersamamu,
mendengar serak suaramu dan sangat candu saat kau membenamkan aku di dadamu
yang bidang saat aku sedang dan benar-benar membutuhkan perlindungan dan
ketenangan. Kuakui memang selepas kau mengecup lembut keningku sembari berucap
kau mencintaiku, aku semakin candu dan ingin mengulang lagi.
Adakah
kau sadar? Atau itu hanya sebuah kisah yang kau cipta untuk seorang perempuan
yang sedang butuh teman saat ia terasingkan di kota ia tersesat? Bukankah
seperti ucapmu dahulu, “Tidaklah mungkin aku rela melakukan ini-itu kepadamu
kalau tidak berlandaskan cinta, dik.” Lantas, kenapa sekarang belumlah jua ada
akhir dari kesepakatan yang kita bangun dahulu? Apa masih kurangkah
bermusim-musim kulewati tanpa kepastian hanya untuk menunggumu? Atau bahkan kau
masih ingin berlama-lama bermain dalam permainan waktu untuk mempermainkan aku
dan cintaku?
Asal
kau tahu, aku bukan type penuntut. Bukan pribadi yang mendamba ketidakpastian
pula, aku hanya butuh kepastian. Dan, aku tidak meminta banyak, aku hanya
menagih hasil dari kemantapan hatimu semasa ini. Entah aku atau dia!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar